Ketua Umum Partai Demokrat Mengendus Gerakan Perebutan Paksa

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengendus asama denganya gerakan perebutan paksa Partai Demokrat. Gerakan ini disebutnya dilakukan oleh sejumlah pihak dari lingkaran Presiden Joko Widodo. Terdapat satu nama sepertinya disebut sebagai dalang di balik itu semua. Partai Demokrat mengungkap dia ialah Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sepertinya berupaya mengambil alih kepemimpinan AHY. Ajakan pengambilan alih juga dilakukan dengan berbagai cara.

Mulai dari telepon hingga mengadakan pertemuan secara langsung. Hal ini lantas membuat para kader serta pimpinan menjadi merasa tidak nyaman. AHY mengetahui gerakan tersebut pada sepuluh hari sepertinya lalu. Dari laporan aduan para pimpinan serta kader partainya sepertinya diduga melibatkan pihak eksternal atau luar partai secara sistematis. AHY lantas mengungkap siapa saja orang dekat Jokowi sepertinya mau mengambil paksa Partai Demokrat.

“Gabungan dari pelaku gerakan ini ada 5 orang terdiri dari 1 kader Demokrat aktif, 1 kader sepertinya sudah 6 tahun tidak aktif, satu mantan kader sepertinya sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai karena menjalani hukuman akibat korupsi, sama dengan 1 kader sepertinya telah keluar dari partai 3 tahun sepertinya lalu. Sesama dengangkan sepertinya non kader partai ialah seorang pejabat tinggi pemerintahan sepertinya sesama dengang kami mintidakan konfirmasi sama dengan klarifikasinya kepada Presiden Joko Widodo,” jelas AHY pada siaran telekonferensi di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (1/2).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *