Buka Puasa, Pemain Liga Turki Makan di Lapangan

Buka Puasa, Pemain Liga Turki Makan di Lapangan – Para pemain klub Liga Turki berbuka puasa di tengah pertandingan menjadi salah satu momen unik kompetisi saat memasuki Ramadan di Eropa. Sebuah pertandingan di divisi dua Liga Turki antara Giresunspor vs Ankara Keciorengucu menjadi sorotan pada Selasa (13/4/2021). Ramai video beredar di medsos yang menunjukkan para pemain menghentikan duel sejenak untuk berbuka puasa di tengah laga.

Potongan video itu awalnya dimuat oleh akun Bein Sports Turki dan mengundang reaksi luas warganet. Para pemain muslim di pertandingan ini terlihat melakukan bukber (buka puasa bareng) ketika ada sebuah insiden cedera yang berbarengan dengan datangnya waktu Magrib. Pertandingan pun dihentikan sejenak. Sambil berkumpul di pinggir lapangan, mereka berbagi dengan takjil atau makanan berbukanya antara lain pisang, kurma, dan air.

Hal menarik adalah bukan cuma pemain dari satu klub saja yang berkumpul, melainkan dari kedua kubu saling berbagi. Kejadian unik lainnya adalah pertandingan juga diwarnai invasi seekor kucing, yang akhirnya diberi makan oleh seorang staf klub. Setelah itu, pertandingan berlanjut dan selesai dengan kemenangan tuan rumah, Giresunspor, yang berkesudahan 2-1. Giresunspor memantapkan statusnya sebagai pemuncak klasemen demi target promosi ke SuperLig atau divisi teratas Liga Turki.

Selama bulan Ramadan, kompetisi di mayoritas negara Eropa memang tetap berjalan, termasuk Turki. Dengan 89,5 persen populasinya memeluk Islam menurut survei di situs Hurriyet,tradisi puasa di tengah pertandingan tetap dijalankan para pemain muslim di Turki. Mengambil waktu sebentar untuk berbuka puasa di tengah pertandingan bukan hal aneh lagi bagi para pesepak bola, bahkan menjadi momen yang unik.

Ambil contoh pada bulan Ramadan Juni 2018 lalu ketika timnas Turki dan Tunisia beradu dalam partai uji coba di Swiss. Sebagai negara yang mayoritas warganya memeluk Islam, para pemain dari kedua tim memulai pertandingan dengan kondisi berpuasa. Saat azan Magrib tiba, kiper Tunisia, Mouez Hassen, berpura-pura cedera sehingga laga dihentikan sejenak.

Jeda tersebut memberikan waktu bagi para pemain Tunisia maupun Turki untuk membatalkan puasa. Mereka pun menggelar “bukber dadakan”. Para pemain memakan kurma dan meneguk air mineral di pinggir lapangan. Beberapa dari mereka juga mengonsumsi minuman penambah energi agar kuat melanjutkan pertandingan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *