LIPI Kembangkan Rapid Test Antibodi, seperti Apa Prosesnya?

LIPI Kembangkan Rapid Test Antibodi, seperti Apa Prosesnya? – Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah mengembangkan rapid test antibody dengan inovasi basis Nanopartikel Fluoresensi. Salah satu peneliti di Puslit Kimia LIPI, Siti Nurul Aisyiyah Jenie, menjelaskan, mereka mengganti salah satu komponen penanda deteksi dengan nanopartikel yang desintesis sendiri. “Nanopartikel ini berbasis silika alam dan dimodifikasi sehingga bersifat fluoresensi,” kata Ais. Ini Respons Kemenkes Lebih akurat/sensitif mendeteksi virus Ais mengatakan, penggunaan nanopartikel ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan sensitivitas dari proses pengujian jika dibandingkan dari rapid test antibodi yang ada sebelumnya.

Nanopartikel berfluoresensi (FSNP) memiliki kelebihan berupa pancaran sinyal (fluoresensi) yang memiliki intensitas lebih tinggi sehingga memungkinkan hasil deteksi lebih sensitif. Tingkat sensitivitas yang dihasilkan bisa lebih tinggi daripada penggunaan nanopartikel emas atau pewarna organik biasa. “Harapannya, dengan menggunakan nanopartikel berfluoresensi ini dapat meningkatkan keakuratan atau sensitivitas rapid yang selama ini menjadi salah satu kelemahan rapid test yang sudah ada,” ujar dia. Akan tetapi, hingga saat ini, tingkat akurasi tersebut belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap pengembangan. “Iya, belum bisa kita pastikan,” kata Ais.

Harga lebih murah Kelebihan lain yang diharapkan diterima dari rapid test antibodi ini adalah menekan ketergantungan terhadap bahan baku yang berasal dari impor. “Karena nanopartikel ini berasal dari alam dan kami sintesis sendiri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor dan menjadikan harganya lebih murah,” kata Ais. Hingga saat ini, masih dilakukan optimasi intensif skala lab terhadap nanopartikel yang dikembangkan. “Sehingga nantinya dapat di-scale up ke skala industri untuk diproduksi massal,” ujar Ais. Untuk metode pengambilan sampel, lanjut dia, masih sama dengan rapid test antibodi yang sebelumnya sudah ada yakni melalui sampel darah. “Akan tetapi, ke depannya, rapid test ini juga memungkinkan untuk dikembangkan menjadi rapid test antigen dengan sampel swab (usap),” kata Ais.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *