Akibat Lonjakan Covid-19 Lockdown Kembali di Berlakukan Beberapa Negara, Mana Saja?

Akibat Lonjakan Covid-19 Lockdown Kembali di Berlakukan Beberapa Negara, Mana Saja? – Lockdown diberlakukan setelah memburuknya penyebaran Covid-19 terutama angka kasus komunal di masyarakat sejak 27 April 2021 Sejumlah negara kembali memberlakukan lockdown ketat akibat angka kasus infeksi Covid-19 yang terus meningkat. Pemberlakuan lockdown di sejumlah negara diharapkan dapat mengurangi potensi penularan, yang disebabkan oleh aktivitas dan interaksi masyarakat. Di Asia Tenggara, Singapura dan Malaysia kembali menerapkan lockdown setelah adanya lonjakan kasus Covid-19 di kedua negara tersebut. Lockdown juga diterapkan di Argentina, di mana gelombang kedua pandemi Covid-19 melanda negara tersebut. Situasi Pandemi di India hingga Korea Selatan Berikut informasi terkait lockdown di Argentina, Singapura, dan Malaysia.

Argentina
Argentina mengumumkan rencana pemberlakuan lockdown pertama tahun ini pada Kamis (20/5/2021) setelah negara itu mencatat angka kasus harian Covid-19 selalu di atas 35.000 selama tiga hari berturut-turut. Lockdown mulai diberlakukan pada Sabtu (22/5/2021) hingga 31 Mei 2021. Selama lockdown berlaku, sekolah dan kegiatan non-esensial akan ditutup, sedangkan kegiatan sosial, keagamaan, dan olahraga akan ditangguhkan. Presiden Argentina Alberto Fernandez mengatakan, tindakan tersebut diambil untuk mencegah bertambahnya korban jiwa akibat Covid-19. “Kita berada dalam situasi terburuk sejak pandemi dimulai.

Hari ini, kita harus mengambil keputusan untuk melindungi diri kita, demi mencegah semakin banyaknya korban,” kata Fernandez. Dengan pemberlakuan lockdown, pemerintah Argentina berharap laju penambahan kasus Covid-19 yang terus meroket dapat ditekan. Argentina juga akan kembali menerapkan lockdown total pada 5 dan 6 Juni 2021. Pekan ini, Argentina mencatat angka kasus harian dan angka kematian tertinggi selama sejak pandemi Covid-19 melanda. Pada Selasa (18/5/2021) Argentina mencatat 39.652 kasus Covid-19 baru dan 744 kematian. Melonjaknya kasus juga mengakibatkan tenaga kesehatan rumah sakit dan petugas pemakaman di Argentina kewalahan.

Singapura
Singapura pada Jumat (14/5/2021) mengumumkan pemberlakuan lockdown mulai Minggu (16/5/2021) hingga 13 Juni 2021. Sebelumnya Singapura telah memberlakukan lockdown pada tahun lalu. Saat itu lockdown dilonggarkan mulai Juni 2020 seiring kasus Covid-19 yang menurun. Namun, pada Jumat (14/5/2021) Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan bahwa negara itu harus kembali lockdown akibat meningkatnya kasus infeksi virus corona yang tidak dapat dilacak. Akibat hal tersebut, Kemenkes Singapura menyatakan, perlu mengambil tindakan tegas untuk mengatasi risiko itu.

Karena setiap penularan yang tidak terdeteksi dapat mengakibatkan kemunculan kasus yang tidak terkendali. Beberapa ketentuan lockdown Singapura antara lain pembatasan pada pertemuan luar ruangan, yakni dibatasi hanya untuk dua orang. Kemudian, sebuah keluarga hanya dapat menerima dua tamu per hari. Selain itu makan di restoran tidak lagi diizinkan, tetapi tempat makan dapat terus menawarkan makanan untuk dibawa pulang dan diantar (take away).

Pengusaha juga harus memastikan bahwa para stafnya dapat bekerja dari rumah. Singapura melaporkan 22 kasus transmisi komunitas, termasuk 7 kasus yang tidak terkait dengan kasus sebelumnya. Kemenkes Singapura menyebutkan, 15 kasus transmisi komunitas berkaitan dengan kasus-kasus sebelumnya, dengan 12 di antaranya telah ditempatkan dalam karantina. Sementara itu, terdapat tambahan 7 kasus impor yang telah diisolasi setibanya di Singapura. Total, Singapura melaporkan 29 kasus Covid-19 baru pada Sabtu (22/5/2021)

Malaysia
Malaysia menerapkan Perintah Pengendalian Pergerakan (MCO) atau lockdown nasional mulai Rabu (12/5/2021) hingga awal Juni 2021. Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin menyatakan pada Senin (10/5/2021), lockdown dilakukan untuk membendung peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang terus terjadi di negara tersebut. Dalam pernyataannya, Muhyiddin menyatakan, keputusan itu diambil oleh Dewan Keamanan Nasional, badan pembuat keputusan tentang pandemi Malaysia, selama pertemuan yang dipimpin olehnya pada Senin (10/5/2021).

Lockdown tersebut merupakan yang ketiga kalinya diberlakukan di “Negeri Jiran” sejak dimulainya pandemi Covid-19. Muhyidin menyatakan, kegiatan ekonomi akan terus berlanjut di seluruh negeri selama lockdown diberlakukan. Akan tetapi, semua kegiatan sosial, event, makan di restoran, dan perjalanan antardistrik serta antar negara dilarang. Menteri Senior Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan, kebijakan lockdown yang sudah berlaku kini diperketat dengan ketentuan tambahan, yakni kewajiban bekerja dari rumah dan membatasi jam kerja.

Operasional transportasi publik harian juga dibatasi sebesar 50 persen. Selain itu, tempat usaha harus mematuhi jam operasional, yakni antara pukul 8 pagi hingga 8 malam. Peritel di mal, restoran yang menawarkan take away, toko yang menawarkan layanan binatu, serta SPBU yang tidak terletak di jalan raya juga harus mematuhi aturan ini. “Strategi kami adalah untuk mengurangi pergerakan (orang) dengan mengurangi jumlah orang yang bekerja, dan membatasi jam operasional sektor ekonomi,” kata Ismail Sabri.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *