UPDATE Corona Global 25 Mei 2021: Mewabahnya Jamur Hitam di India

UPDATE Corona Global 25 Mei 2021: Mewabahnya Jamur Hitam di India – Dinamika pandemi Covid-19 terus berlangsung di negara-negara dunia. Mulai dari isu terkait vaksinasi, terdeteksi dan tersebarnya strain-strain virus baru, beragam intervensi negara dalam upaya pengendaliannya, hingga penyelidikan terkait awal mula keberadaan virus yang kini telah “menjajah dunia” ini. Virus corona telah menyebar di 222 negara dunia dan menginfeksi 167.971.644 jiwa. Dari jumlah akumulasi itu, 3.486.747 kasus meninggal dunia, 149.287.231 kasus berhasil pulih, dan sisanya masih ada dalam masa perawatan atau pemulihan. Dan berikut ini adalah perkembangan pandemi Covid-19 yang dilaporkan dari berbagai negara dunia.

1. India Negara ini kini telah mencatat angka lebih dari 300.000 kematian terkait Covid-19. Kementerian Kesehatan India menyebut jumlah persisnya adalah sebanyak 303.720 kasus kematian, mengutip Sky News (24/5/2021).Jumlah ini menempatkan India sebagai negara dengan jumlah kematian akibat Covid-19 tertinggi ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan Brasil. Tingginya angka kematian ini semakin menjadi, karena kemunculan jamur hitam, Mucormycosis, pada sebagian penderita Covid-19 di India, bahkan pada mereka yang telah sembuh dari infeksi virus corona ini. Sekitar 9.000 kasus infeksi jamur hitam sudah tercatat, dan 250 di antaranya berujung kematian.

2. Nepal Lihat Foto Ilustrasi seorang pendaki di pegunungan Himalaya. Total kasus infeksi di Gunung Everest, Nepal disebut sudah mencapai 100 kasus. Angka itu merupakan estimasi minimal, sementara kasus sebenarnya dimungkinkan mencapai 150-200 kasus yang meliputi para pendaki juga staf pendukung yang ada di sana. Hal ini disampaikan oleh pendamping pendakian, meskipun badan resmi Nepal yang membawahi pendakian di Everest masih membantahnya. karena pendakian telah ditutup sejak tahun lalu akibat pandemi. Namun nyatanya, untuk musim ini saja terdapat 408 pendaki asing yang telah mendapat izin untuk mendaki puncak tertinggi di dunja itu. Sejumlah penjaja perlengkapan pendakian memutuskan berhenti berdagang sementara waktu, karena telah mengetahui sejumlah pendaki asing memiliki hasil tes yang positif. Dia juga melihat dengan mata kepalanya sendiri banyak calon pendaki yang sakit di dalam tendanya, banyak juga di antaranya yang memiliki gejala batuk.

3. China Badan intelijen AS melaporkan ada 3 peneliti di China’s Wuhan Institute of Virology yang sakit dan mendapat perawatan di rumah sakit pada musim gugur 2019, tepatnya pada November. Meskipun, belum dapat dipastikan sakit apa yang diderita oleh ketiga peneliti tersebut ketika itu, sebagaimana diberitakan 9 News (24/5/2021). Namun, fakta ini berhasil menggiring asumsi bahwa virus corona mungkin sudah ada sebelum kasus pertama yang diumumkan secara resmi oleh Pemerintah China. China secara resmi mengumumkan pasien pertama dengan gejala Covid-19 teridentifikasi di Wuhan pada 8 Desember 2019.

4. Jerman siap kembali mengadakan konser luar ruangan di musim panas tahun ini, mengingat kasus infeksi Covid-19 di negaranya telah menurun. Meski demikian, penyelenggaraan konser akan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti penerapan jarak sosial dan pemberlakuan tes Covid-19 bagi siapa pun yang akan hadir di sana. Jadi, konser dengan penonton yang mencapai puluhan ribu orang atau menimbulkan kerumunan tetap tidak akan diizinkan. Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn. Bahkan, jika penurunan kasus infeksi terus terjadi, pertandingan sepak bola bisa segera digelar pada Agustus nanti dengan keberadaan para penggemar di dalam stadion.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *