6 Pemain Bola yang Pernah Kolaps di Tengah Pertandingan, Selain Christian Eriksen

6 Pemain Bola yang Pernah Kolaps di Tengah Pertandingan, Selain Christian Eriksen – Gelandang Denmark, Christian Eriksen kolaps di tengah pertandingan pembuka Grup B EURO melawan Finlandia, Sabtu (12/6/2021). Eriksen langsung diberi pertolongan medis berupa Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) oleh petugas di lapangan. Pemain berusia 29 tahun itu lalu dipindahkan ke rumah sakit dan kini kondisinya sudah stabil. Berikut daftar pemain yang pernah kolaps di lapangan saat pertandingan:

1. Marc-Vivien Foe
Pada 26 Juni 2003, gelandang tim sepak bola Kamerum tiba-tiba pingsan saat pertandingan sedang berlangsung. Kejadian itu terjadi pada menit ke-73 semifinal Piala Konfederasi antara Kamerun dan Kolombia di Stade de Gerland, Lyon. Staf medis dan pendukung berusaha untuk menyadarkan pemain di lapangan, sebelum membawanya dengan tandu.

Namun, pria yang dikenal oleh rekan satu timnya sebagai ‘Marco’ itu mengembuskan napas terakhirnya. Otopsi pertama gagal menentukan penyebab kematian pria berusia 28 tahun itu, tetapi otopsi kedua menemukan Marco menderita kardiomiopati hipertrofik. Sanjay Sharma, Profesor Kardiologi di St George’s, University of London, yang telah bekerja dengan Manchester City dan Tim GB di Olimpiade 2012, menjelaskan bahwa tanda pertama dari kondisi tersebut seringkali adalah kematian.

“Sayangnya, 80 persen olahragawan yang meninggal karena kondisi ini tidak memiliki sinyal peringatan sebelumnya dan kematian mendadak adalah gejala pertama,” kata Sharma.

2. Fabrice Muamba
Pada 10 Maret 2012, Fabrice Muamba kolaps di tengah lapangan 43 menit setelah kick-off dalam pertandingan Piala FA antara Bolton Wanderers dan Tottenham Hotspur. Jantung Muamba sempat berhenti berdetak selama 78 menit. Dia pun segera mendapat CPR dan bantuan medis. Henti jantung, yang dialami Muamba, sangat berbeda dengan serangan jantung.

Apa yang terjadi pada Muamba, menurut Sharma, adalah fibrilasi ventrikel. Secara keseluruhan, Muamba mendapat 15 kejutan defibrilasi untuk membantunya bertahan hidup. Tubuhnya dialiri listrik 4.500 joule dalam 78 menit. Pada 13 Maret 2012, Muamba menyatakan dirinya baik-baik saja, dan dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Jantung London. Dia menghadapi jalan panjang menuju pemulihan.

3. Bafetimbi Gomis
Striker PErancis, Bafetimbi Gomis pernah beberapa kali pingsan di lapangan karena kondisi medis yang dia derita sebelumnya. Gomis pingsan saat bermain untuk Swansea City, Galatasaray dan Al-Hilal.

Tidak ada ancaman serius terhadap kesehatannya, tetapi episode pingsan pertama Gomis sebagai pemain Swansea masih menimbulkan kekhawatiran. Pada pertandingan di tahun 2015 itu, Gomis segera mendapat PCR dan bantuan medis.

4. Antonio Puerta
Gelandang tim sepak bolah Sevilla, Antonio Puerta pingsan saat sedang berlari menuju kandang di pertandingan pertama La Liga musim 2007-2008. Saat itu Sevilla sedang melawan Getafe. Meski telah keluar dari lapangan, setelah dibantu oleh staf medis, dia pingsan lagi di ruang ganti.

Pemain Spanyol ini dilarikan ke rumah sakit. Namun, dia meninggal tiga hari kemudian. Penyebab kematiannya adalah kegagalan organ ganda, yang berkaitan dengan serangan jantung sebelumnya, saat usianya Puerta 22 tahun.

5. Cheick Tiote
Pada 2017, Cheick Tiote pingsan saat sesi latihan dengan klub China Beijing Enterprises. Empat bulan sebelumnya, pemain gelandang berusa 30 tahun itu meninggalkan tim sepak bolah Newcastle United. Segera setelah pingsan, Tiote dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak terselamatkan.

6. Miklos Feher
Miklos Feher Striker tim sepak Hungaria, kolaps di tengah pertandingan. Dia jatuh ke arah belakang, setelah mengalami serangan jantung. Saat itu, Feher bermain untuk klub Portugal Benfica melawan Vitoria Guimaraes pada Januari 2004.

Petugas medis berusaha menyadarkan pria berusia 24 tahun yang tidak sadarkan diri itu sebelum dia dibawa dengan tandu. Dia pun dilarikan ke rumah sakit. Dokter mencoba untuk menyelamatkan nyawanya. Namun sekitar 90 menit kemudian, Feher dinyatakan meninggal.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *