Gara-Gara Cristiano Ronaldo Geser Dua Botol Saham Coca Cola Merosot

Gara-Gara Cristiano Ronaldo Geser Dua Botol Saham Coca Cola Merosot – Tindakan Cristiano Ronaldo yang menggeser dua botol Coca Cola pada konferensi pers menekan harga saham Coca Cola. Hal itu membuat kapitalisasi pasar saham Cola Cola susut USD 4 miliar atau sekitar Rp 57,01 triliun (asumsi kurs Rp 14.253 per dolar AS).

Cristiano Ronaldo dikenal sebagai pendukung gaya hidup sehat dan bukan penggemar minuman bersoda seperti Coca Cola.Artikel saham Coca Cola merosot gara-gara Cristiano Ronaldo geser dua botol menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut sejumlah artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Kamis, (17/6/2021):

1.Saham Coca Cola Merosot Gara-Gara Cristiano Ronaldo Geser Dua Botol.
Tindakan Cristiano Ronaldo yang menggeser dua botol Coca Cola pada konferensi pers menekan harga saham Coca Cola. Hal itu membuat kapitalisasi pasar saham Cola Cola susut USD 4 miliar atau sekitar Rp 57,01 triliun (asumsi kurs Rp 14.253 per dolar AS).

Cristiano Ronaldo dikenal sebagai pendukung gaya hidup sehat dan bukan penggemar minuman bersoda seperti Coca Cola. Menjelang pertandingan pembukaan Portugal dengan Hungaria, Cristiano Ronaldo akan berbicara kepada media. Sebagai sponsor resmi Euro 2020, Coca-Cola menyediakan dua botol produk miliknya di depan seluruh pembicara di konferensi pers.

2. Investor Cermati Hasil Pertemuan The Fed hingga BI, IHSG Berpotensi Tertekan
Bursa saham Asia mayoritas melemah dengan indeks Nikkei melemah 0,51 persen, Topix naik 0,02 persen, Hang Seng susut 0,70 persen dan CSI300 tergelincir 1,67 persen turun mengiringi bursa saham berjangka AS yang berfluktuatif dalam aksi tunggu investor terhadap pertemuan Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat (the Fed).

IHSG melemah 0,17 persen ke level 6.078.57 setelah sempat bergerak terkonsolidasi di ambang zona hijau. Saham-saham di sektor kesehatan susut 1,15 persen dan keuangan melemah 1,08 persen memimpin pelemahan sedangkan penguatan dari saham-saham di sektor teknologi naik 16,63 persen dan konsumsi non primer menguat 0,44 persen gagal membawa IHSG bertahan di zona hijau.

3. Produsen Sepatu Bata Pilih Tingkatkan Bisnis Digital Ketimbang Buka Toko Baru
PT Sepatu Bata Tbk (BATA) bakal mengoptimalkan penjualan dari saluran bisnis digital pada 2021. Dengan strategi tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan double digit. “Fokus penjualan double digit dari 2020, ini target realistis. Kami fokus kembangkan kerja sama franchise, dan ritel terus berjalan,” ujar Direktur PT Sepatu Bata Tbk, Hatta Tutuko.

Target kinerja penjualan tersebut juga disumbang dari momen Lebaran pada 2021. Hatta menuturkan, kinerja pada Lebaran cukup baik sehingga mendorong perseroan optimistis kinerja 2021 jauh lebih baik dari 2020.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *