PPKM Darurat DKI Jakarta Harus Ketat, Masuk Gelombang Kedua

PPKM Darurat DKI Jakarta Harus Ketat, Masuk Gelombang Kedua – DKI Jakarta masuk dalam kriteria situasi pandemi level 4 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa Bali 3-20 Juli 2021. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Markes) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan agar Gubernur DKI Jakarta untuk menerapkan PPKM darurat secara ketat. Luhut mengingatkan hal tersebut karena tingginya angka penularan di wilayah DKI Jakarta.

“Gubernur DKI Jakarta, saya kira anda bisa lihat di slide, sudah tertera kriteria level 4. Seluruh DKI sudah terkena. Jadi kita akan lakukan (PPKM darurat) ketat betul di DKI Jakarta,” kata Luhut. Kriteria Level 4 PPKM Darurat Berikut ini alasan mengapa DKI Jakarta harus menerapkan PPKM darurat secara ketat:

  1. Penambahan kasus yang cepat Berdasarkan pedoman PPKM darurat, daerah level 4 adalah daerah yang mengalami penambahan kasus sebanyak lebih dari 150 per 100.000 per minggu.
  2. Pasien perawatan di RS meningkat Selain itu, daerah tersebut terdapat kasus yang dirawat di rumah sakit lebih dari 30 per 100.000 penduduk perminggu. 3. Kasus kematian bertambah Kriteria lainnya melihat kasus kematian lebih dari 5 per 100.000 penduduk per minggu. sehingga menjadikan wilayah tersebut menjadi sasaran penerapan PPKM darurat level.
  3. Gelombang Kedua Covid-19 Berdasarkan kriteria diatas, DKI Jakarta saat ini mengalami fase paling buruk sepanjang pandemi Covid-19. “Saya garis bawahi kepada semuanya, bahwa yang sedang kita hadapi ini adalah satu masa yang belum pernah kita hadapi sama-sama di Jakarta,” kata Anies dalam arahannya soal PPKM Darurat.

Data per 2 Juli 2021, tercatat pasien Covid-‘9 di DKI Jakarta lebih dari 78.000 orang, jauh saat puncak gelombang pertama pada Februari dengan kisaran 27.000 pasien. “Setiap pandemi selalu melewati beberapa fase gelombang dan kalau kita lihat tadi, kita sedang masuk gelombang kedua. Pandemi flu Spanyol terjadi dalam 3 gelombang. Gelombang kedua adalah yang tertinggi,” katanya.

Bahkan dalam waktu dekat DKI Jakarta diprediksi kemungkinan mencapai 100.000 pasien Covid-19. “Itu juga demikian pada kita. Sekarang kita masuk ke puncak gelombang kedua yang tingginya lebih dari ketinggian gelombang pertama, dan kita belum tahu seberapa tinggi gelombang kedua ini,” tambah Anies.

Langkah DKI Jakarta atasi Lonjakan Kasus Berikut ini sejumlah langkah darurat yang dipersiapkan oleh pemerintah DKI Jakarta :

  1. Rumah sakit Kelas A sepenuhnya akan dikhususkan untuk ICU Covid-19
  2. Rumah Sakit Darurat Covid-19 dikhususkan bagi penanganan pasien yang bergejala sedang dan berat.
  3. Stadion indoor dan gedung konvensi besar akan diubah menjadi rumah sakit darurat penanganan kasus darurat kritis.
  4. Mengubah Rusun menjadi fasilitas isolasi terkendali bagi pasien yang bergejala ringan.
  5. Kebutuhan tenaga kesehatan akan dipastikan terpenuhi, juga penambahan tenaga kesehatan.
  6. Memastikan oksigen, APD, alat kesehatan dan obat-obatan tetap tersedia.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *