Penyebab Pria Lebih Rentan Terkena Covid-19 Gejala Parah

Penyebab Pria Lebih Rentan Terkena Covid-19 Gejala Parah – Kelompok yang paling mungkin terpapar Covid-19 dengan gejala parah dan berisiko kematian adalah kaum pria. Mengenai kaitan pria yang lebih mungkin menderita Covid-19 tersebut, dibuktikan dengan dari data Tahun 2020 lalu, jumlah presentasi pria lebih besar dibandingkan perempuan sekitar 59 persen. “Tingkat mortality rate (rata-rata kematian) akibat infeksi Covid-19 itu juga lebih banyak laki-laki yang meninggal daripada perempuan,” kata Ahli Psikologi Politik Universitas Indonesia, Prof Hamdi Muluk.

Berikut ini penjelasan mengapa pria lebih rentan terkena Covid-19: Penyebab lebih berisiko terpapar Covid-19 Sebuah penelitian terbaru, bahwa adanya jalur metabolisme yang sangat berkolerasi dengan respon imun pria yang terkena Covid-19. Para peneliti mempelajari, pasien Covid-19 pria lebih mungkin mangalami peningkatan kadar asam kynurenic, produk metabolisme asam amino dibandingkan dengan wanita yang terkena Covid-19. “Kita tahu bahwa pria berisiko lebih tinggi daripada wanita tertular Covid-19 yang parah dan perbedaan jenis kelamin dalam respons kekebalan tubuh, memberikan penjelasan yang meyakinkan untuk fenomena ini,” kata Caroline Johnson, asisten profesor epidemiologi di Yale School of Public Health.

Terdapat kadar asam kynurenic yang tinggi yang seringkali dikaitkan dengan penyakit seperti skizofrenia dan terkait HIV. Pada pasien pria yang parah, rasio asam kynurenic yang tinggi terhadap kynurenine – produk sampingan dari asam amino L-triptofan digunakan untuk membuat nutrisi niasin. “Kami juga mengetahui bahwa respons imun diatur sebagian oleh metabolit, dan temuan baru ini menawarkan jendela kunci ke dalam mekanisme yang mendasari, bagaimana penyakit Covid-19 ini memengaruhi pasien wanita dan pria secara berbeda,” katanya. Pria yang terpapar Covid-19 berisiko disfungsi ereksi Sebuah studi menunjukkan, Covid-19 meningkatkan risiko disfungsi ereksi (DE) hampir enam kali lipat pada pria muda.

Pada pria dengan riwayat Covid-19, perkiraan risiko mengembangkan disfungsi ereksi adalah 5,66 lebih tinggi, bahkan setelah faktor lain dipertimbangkan. Penelitian yang dipimpin oleh Emmanuele A. Jannini, MD, profesor endokrinologi dan seksologi medis, Universitas Roma Tor Vergata, Roma, Italia ini telah dipublikasikan pada 20 Maret lalu di Andrology. Sebaliknya, data dari studi tersebut juga menunjukkan bahwa disfungsi ereksi juga meningkatkan kerentanan pria terhadap infeksi SARS-CoV-2. Pria dengan disfungsi ereksi lima kali lebih mungkin untuk terinfeksi Covid-19.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *