Apa yang Akan Terjadi pada Tubuh Wanita Jika Menolak Mengenakan Bra?

Apa yang Akan Terjadi pada Tubuh Wanita Jika Menolak Mengenakan Bra? – Bra yang disebut pula beha atau kutang, adalah penutup organ intim wanita yang ditemukan pertama kali oleh sosialita bernama Mary Phelps Jacob. Bra diciptakan sebagai pengganti korset, pakaian dalam wanita yang terbuat dari logam dan melahirkan siksaan ketika dikenakan. Karena terbuat dari kain yang tidak dilengkapi logam, bra merupakan simbol kelegaan bagi para wanita pada masa tersebut.

Meski jauh lebih nyaman dibanding korset, namun tetap saja bebatan bra membuat dada terasa terkurung dengan pernapasan yang terasa kurang lega. Jadi banyak wanita yang akhirnya memilih tak mengenakan bra ketika berada di dalam rumah. Ketika pandemi datang dan semua orang harus work from home, wanita yang tidak begitu menyukai bra akan semakin lebih sering melepas bra ketimbang mengenakannya. Apakah ada risiko kesehatan ketika wanita menolak mengenakan bra dalam jangka waktu lama?

Menurut para pakar medis, ini lah plus minus yang akan terjadi pada tubuh wanita ketika mereka menolak mengenakan bra dalam jangka waktu lama:

  1. Berisiko terdera nyeri leher
    Risiko ini berkaitan dengan ukuran payudara Anda. Ketika Anda memiliki payudara besar dan Anda menolak bra, maka risiko terdera nyeri leher atau tengkuk sangatlah besar. Ada studi yang menemukan kaitan besar antara ukuran cup payudara dengan nyeri yang terjadi pada pundak juga tengkuk. Ketika payudara tidak disangga oleh bra, maka beban otot pada pundak dan leher akan semakin berat tertarik ke bawah. Hal ini lah yang bisa memicu datangnya nyeri otot.
  2. Tak ada lagi iritasi kulit
    Tali bh akan menyebabkan iritasi kulit jika ukuran cup payudara Anda cukup besar. Ketika bra menyangga payudara besar, otomatis tali yang ada akan lebih menekan ke pundak dan punggung Anda. Jika berlangsung terlalu lama, tekanan pada tali ini akan menyebabkan iritasi. Nah melepas bra dalam jangka waktu lama, tentu saja akan mengistirahatkan kulit dari bebatan tali. Efeknya, kulit yang iritasi pun akan punya waktu untuk menyembuhkan diri.
  3. Berisiko cedera ketika olahraga Tanpa bra ketika berolahraga?
    Sudah barang tentu Anda tak akan mendapatkan sesi olahraga yang nyaman dan memuaskan. Payudara yang tidak disangga dengan bra akan bergoyang kesana kemari mengikuti gerakan tangan, kaki dan tubuh ketika bergerak dinamis. Hal ini meningkatkan risiko jaringan tisue payudara cedera, dari level ringan hingga berat.
  4. Payudara akan menggantung
    Tanpa bra, payudara yang berukuran besar akan menggantung. Sebaliknya, ketika mengenakan bra, payudara akan tersangga maksimal karena ligamennya terangkat dengan bantuan kawat bra. Payudara yang makin menggantung ini juga bisa disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari faktor usia, kehamilan, dan faktor lain seperti kebiasaan merokok. Proses menyusui justru tidak memberikan sumbangan besar ke dalam penyusutan kekencangan payudara.
  5. Postur tubuh akan membaik Tanpa bra
    postur tubuh justru akan membaik. Tulang belakang akan tegak sempurna seperti yang seharusnya. Apakah kemudian bisa disimpulkan bahwa mengenakan bra akan mengubah postur tubuh? Belum tentu. Hanya pemakaian bra dengan ukuran dan bentuk yang salah saja yang akan bisa mengubah postur tubuh. Ketika bra terlalu ketat, maka bra akan menarik otot pundak dan punggung ke arah depan. Menurut Alexis Parcells MD, ahli bedah plastik asal New Jersey, ketika seorang wanita mengenakan bra dengan ukuran dan model yang tepat, maka dia bisa berjalan dan beraktivitas leluasa seolah tidak mengenakan bra.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *