Tanggapan Kemenkes soal Ribuan Dosis Vaksin Sinovac Tak Terpakai di Aceh

Tanggapan Kemenkes soal Ribuan Dosis Vaksin Sinovac Tak Terpakai di Aceh – Sekitar 1.915 vaksin Sinovac yang diperuntukkan warga Kabupaten Aceh Tenggara untuk disuntikkan pada Jumat (10/9/2021) terbuang sia-sia, bahkan ada sebagian rusak. Berdasarkan data, terdapat total 1.812 dosis vaksin yang tidak terpakai dan 103 dosis telah rusak, sebagaimana Senin (13/9/2021). Diduga penyebabnya karena warga enggan vaksin.

Hal ini pun menjadi sorotan di saat banyak warga di daerah lain yang masih mengantre untuk mendapatkan vaksin. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun angkat bicara terkait hal ini. Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmiz mengatakan, ribuan vaksin yang tak terpakai di Aceh masih dalam batas normal.

Dia mengatakan bahwa dari total dosis yang diterima, dari sekitar 62 ribu vaksin yang diterima Kabupaten Aceh Tenggara, sudah sekitar 49 ribu dosis yang disuntikan. “Angka ini kita sebut wastage rate dan ini diperkirakan antara 5-10 persen, jadi dalam hal ini Kabupaten Aceh Tenggara wastage rate-nya hanya sekitar 3,8 persen” kata Nadia. Nadia mengatakan dosis vaksin yang terbuang ini masih dalam jumlah wajar.

“Jadi kejadian ini masih dalam batas wajar pengelolaan logistik vaksinasi dan pelaksanaan vaksinasi,” katanya. Nadia mengatakan bahwa vaksin di Kabupaten Aceh Tenggara yang rusak kemungkinan terjadi kendala saat distribusinya. “Ada kemungkinan vaksin rusak dalam proses distribusi ke kabupaten kota, ke puskesmas atau faskes,” kata dia. Risiko vaksin yang rusak, menurut dia, memang rentan terjadi di daerah-daerah yang jaraknya jauh, dengan medan yang sulit.

Jarak pusat vaksinasi dan fasilitas kesehatan yang jauh juga membuat warga atau enggan untuk mendapat vaksinasi Covid-19. “Jadi pada daerah rural yang jarak antara Puskesmas dengan tempat tinggal penduduk yang cukup jauh, ini menjadi salah satu tantangan,” kata Nadia. Kabupaten Aceh Tenggara memiliki wastage rate vaksin Covid-19 sekitar 3,8 persen. Nadia menjelaskan, ketika banyak warga yang datang ke pusat-pusat vaksinasi, maka akan ada dosis vaksin yang terbuang di pusat vaksinasi tersebut.

“Juga kemungkinan dosis sisa yang tidak bisa dipakai, karena maksimal vaksin yang dibuka hanya boleh sampai dengan 6 jam sementara sasaran vaksinasi yang sudah terdaftar tidak datang seluruhnya sementara 1 vial itu untuk diberikan kepada 10 orang, sehingga ini menjadikan vaksin tersebut tidak bisa digunakan,” jelas dia.

Minimnya peserta vaksin Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Sukri Manto mengatakan, banyak vaksin yang terbuang sia-sia lantaran pada awal-awal vaksinasi, masyarakat banyak yang takut atau tidak antusias untuk divaksin. Padahal, vaksin yang dikirim dari pusat itu adalah berbentuk kemasan, yang mana satu vial bisa untuk vaksinasi 10 orang.

“Jadi terkadang yang datang cuma enam orang, maka yang tidak terpakai juga jadi banyak,” kata Sukri Manto. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Tenggara per 10 September 2021: Vaksin Covid-19 yang sudah terpakai di Aceh Tenggara mencapai 49.319 dosis. Vaksinasi dosis I mencapai 32.222 orang atau 19,21 persen. Vaksinasi dosis II mencapai 16.748 orang atau 09,99 persen Vaksinasi dosis III mencapai 417 orang atau 00,25 persen. Stok vaksin di Gudang Dinkes Aceh Tenggara, RSUD, dan puskesmas mencapai 11.322 dosis.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *