Tarif Rapid Test Antigen Turun Jadi Rp 45.000 Beberapa Lokasi di Stasiun

Tarif Rapid Test Antigen Turun Jadi Rp 45.000 Beberapa Lokasi di Stasiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menurunkan tarif rapid test antigen di stasiun-stasiun dari Rp 85.000 menjadi Rp 45.000. Tarif baru tersebut mulai berlaku Jumat, 24 September 2021 di 64 stasiun yang melayani rapid test antigen. “Penyesuaian tarif merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Dia menjelaskan rapid test antigen adalah salah satu syarat melakukan perjalanan dengan kereta api jarak jauh. Sesuai SE Kemenhub Nomor 69 Tahun 2021, pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Pelanggan juga wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan.

Daftar stasiun yang melayani rapid test antigen Adapun daftar stasiun yang melayani pemeriksaan rapid test antigen adalah:
Gambir
Pasar Senen
Bekasi
Cikampek
Karawang
Bandung
Kiaracondong
Tasikmalaya
Banjar
Cimahi
Cirebon
Cirebon Prujakan
Jatibarang
Brebes
Semarang Poncol
Semarang Tawang
Tegal
Pekalongan
Cepu
Purwokerto
Kroya
Kutoarjo
Kebumen
Sidareja
Gombong
Yogyakarta
Lempuyangan
Solo
Balapan
Klaten
Purwosari
Wates
Madiun
Blitar
Jombang
Kedir
Kertosono
Tulungagung
Nganjuk Surabaya
Gubeng Surabaya
Pasar Turi
Malang
Sidoarjo
Mojokerto
Bojonegoro
Lamongan
Jember
Ketapang
Banyuwangi
Rogojampi
Probolinggo
Kalisetail
Medan
Kisaran
Tanjung Balai
Kertapati Lahat
Lubuk Linggau
Prabumulih
Muara Enim
Tebing Tinggi
Tanjungkarang
Martapura
Kotabumi
Baturaja.

Joni mengatakan, tidak semua orang boleh melakukan pemeriksaan rapid test antigen di stasiun. Pemeriksaan, katanya hanya untuk orang yang memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas. Diketahui, sejak dibuka pada 21 Desember 2020 sampai dengan 21 September 2021, KAI telah melayani 1.043.582 peserta rapid test antigen di stasiun. Joni menjelaskan, KAI telah mengintegrasikan sistem boarding KAI dan aplikasi PeduliLindungi sehingga data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan akan otomatis muncul pada layar komputer petugas.

Integrasi ini bertujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen. Saat disinggung terkait pelanggan KAI yang memiliki kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, Jongi mengatakan, penumpang diwajibkan melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Syarat lain untuk naik kereta adalah pelanggan KAI harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. Lalu pelanggan KAI diwajibkan untuk menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.

Pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan. Joni menegaskan, KAI berkomitmen untuk memastikan seluruh pelanggan KA Jarak Jauh telah memenuhi persyaratan yang telah diatur pemerintah. Jika ada yang tidak sesuai maka dilarang naik kereta api dan tiket akan dibatalkan dan bea akan dikembalikan 100 persen.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *