Milan Skriniar Kecewa Berat Inter Milan Gagal Menang di Liga Champions

Milan Skriniar Kecewa Berat Inter Milan Gagal Menang di Liga Champions – Inter Milan sudah menjalani dua pertandingan di Liga Champions musim ini dan belum meraih satu kemenangan pun. Fakta tersebut membuat bek Nerazzurri, Milan Skriniar, merasa kecewa.

Setelah kalah 0-1 dari Real Madrid di Giuseppe Meazza pada matchday pertama Liga Champions, Inter Milan hanya meraih hasil imbang tanpa gol saat bertandang ke markas Shakhtar Donetsk, Selasa (28/9/2021). Sebenarnya Inter Milan bisa saja meraih kemenangan dalam laga tandang tersebut.

Banyak peluang yang didapatkan tim asuhan Simone Inzaghi itu untuk mencetak gol, termasuk tendangan Nicolo Barella yang hanya membentur mistar gawang. Tidak hanya itu saja, ada pula peluang yang didapatkan oleh Joaquin Correa. Sayangnya, peluang itu bisa digagalkan oleh kiper lawan.

Kekalahan tersebut membuat Inter Milan kini berada di peringkat ketiga dengan satu poin, terpaut lima poin di belakang klub Moldova, Sheriff, yang secara mengejutkan mampu mengalahkan Real Madrid yang kini berada di posisi kedua dengan tiga poin. Dengan hasil seri tersebut, poisi Inter Milan maupun Shakhtar Donetsk sama-sama tidak berubah di klasemen sementara Grup D.

Nerazzuri tidak beranjak dari posisi ketiga sedangkan Shakhtar Donetsk terbenam di posisi terakhir. Inter Milan gagal meraih satu kemenangan dalam dua laga pertamanya di Liga Champions musim ini. Hasil ini jelas membuat Milan Skriniar tidak merasa gembira. Skriniar merasa sangat kecewa dengan hasil di Ukraina. Sejatinya, bek Inter Milan itu berharap bisa membawa pulang poin penuh dari markas Shakhtar Donetsk.

“Kami kecewa. Kami ingin menang dan kami hampir mencapainya,” ujar Skriniar. “Kami juga harus mengatakan bahwa Shakhtar memiliki peluang, tapi kami benar-benar ingin pulang dari sini dengan tiga poin,” katanya. Di sisi lain, pertandingan Shakhtar Donetsk melawan Inter Milan yang berlangsung di Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina, Rabu (29/9/2021) dini hari WIB, berakhir tanpa pemenang.

Dalam pertandingan tersebut, Inter Milan sebenarnya tertekan oleh Shakhtar Donetsk. Sebab sang tuan rumah mampu mendominasi penguasaan bola. Mereka juga punya beberapa peluang untuk mencetak gol. Milan Skriniar pun memberikan pujian untuk permainan Shakhtar, yang dinilai mirip dengan Sassuolo di Italia.

“Kami senang menjaga clean sheet. Tapi, bisa melakukan sesuatu yang lebih baik ke depan. Shakhtar adalah tim yang bagus, mereka bisa menjaga bola dengan baik seperti Sassuolo pada musim lalu,” kata Skriniar. Kemiripan Shakhtar Donetsk dengan Sassuolo memang tidak mengejutkan. Sebab pelatih Shakhtar, Robert de Zerbi, sebelumnya adalah pelatih I Neroverdi. Kini setelah pulang dari markas Shakhtar, Inter Milan akan menghadapi Sassuolo di Serie A Liga Italia.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *