3 Pembalap Meninggal Dunia Dalam Waktu Berdekatan

3 Pembalap Meninggal Dunia Dalam Waktu Berdekatan – Bukan rahasia lagi, motorsport adalah olahraga yang berbahaya. Namun jika kasus pembalap meninggal dunia di trek cukup banyak, berarti aspek safety layak dipertanyakan. Dunia balap motor memang kehilangan tiga pembalap yang masih berusia sangat muda dalam kurun waktu empat bulan terakhir.

Dari Hugo Millan (14 tahun), Jason Dupasquier (19 tahun) dan terakhir sepupu pembalap MotoGP yang mengikuti kelas Supersport 300, Dean Berta Vinales (15 tahun). Tiga pembalap di atas sama-sama meninggal dunia ketika tampil pada kelas balapan kapasitas motor kecil. Hugo Millan di European Talent Cup, sementara Jason mengikuti kelas Moto3.

Persaingan antar pembalap di kelas motor kapasitas kecil memang dikenal sangat brutal. Senggolan antar pembalap dianggap biasa.
Hal di atas diungkapkan para pembalap MotoGP tidak boleh terjadi dan menuntut terjadinya perubahan. Jack Miller menyebut fakta meninggalnya tiga pembalap dalam kurun waktu sangat dekat begitu buruk dan tidak boleh terus berlanjut.

“Saya pikir harus ada langkah besar yang diambil dalam hal aspek keselamatan, bagaimana jalannya balapan berlangsung,” kata pembalap Ducati di MotoGP 2021 itu.”Tahun ini sangat buruk, tapi ini tidak bisa berlanjut. Kita tidak dapat memiliki tiga anak kecil dalam waktu bahkan belum sembilan bulan kehilangan nyawa mereka. Ini mengerikan,” katanya.

Jack Miller pun merasa muak harus mengikuti momen mengheningkan cipta bagi pembalap yang meninggal dunia. Hal ini sangat buruk dan dia merasa harus terjadi perubahan.

Komentar bernada sama dilontarkan pembalap Aprilia, Aleix Espargaro. Menurutnya perubahan wajib dilakukan pemangku kepentingan. Pasalnya begitu banyak event balap kapasitas motor kecil yang memang jadi jalan seorang pembalap sebelum turun di Moto2 atau MotoGP. “Kita perlu mengubah sesuatu, karena masalah terbesar bukanlah tiga kematian yang kita alami dalam enam bulan terakhir.

Hal ini sudah menjadi masalah besar,” Aleix Espargaro menuturkan. “Masalah terbesar adalah kecenderungan ke mana kita akan pergi. Inilah yang membuat saya khawatir. karena kami memiliki banyak balapan ketat di kelas kecil di seluruh Eropa,” katanya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *